Selasa, 18 Januari 2011
aplikasi psikologi dalam layanan aplikasi internet
saat ini, aplikasi psikologi sudah mulai menjamur di layanan aplikasi internet. ditunjukkan dengan adanya tes-tes psikologi melalui internet dan contoh contoh soal yang berhubungan dengan tes-tes psikologi sehingga memudahkan user untuk mengaplikasikannya. adanya layanan aplikasi memudahkan user untuk memperkaya pengetahuan mereka dan menambah motivasi dalam menghadapi masalah yang sedang mereka hadapi. sehingga hanya dengan duduk dirumah, user dapat menggunakan dan mengaplikasikannya.
Hati-Hati dengan situs pertemanan sosial yang semakin tanpa batas
Jakarta - Kafe di bilangan Kemang ini begitu cozy. Musik bergenre soft trance mengalun lirih. Riko, sebut saja demikian namanya, di senja yang beranjak malam sedang menanti Dinar di tempat kongkow itu. Dinar adalah pelajar sebuah SMU swasta di Jakarta Selatan yang juga menjajakan dirinya melalui friendster. Jam menunjukan pukul 19.00 WIB, Riko mulai resah karena sudah lewat satu jam Dinar belum muncul juga. Riko pun kembali memesan gin tonic yang sudah tiris. Tak lama berselang, seorang waitress muncul dan kembali mencatat pesanan. Duh, jadi nggak sih nih, pikir Riko. Soalnya HP Dinar berkali-kali ditelepon namun tak aktif juga. SMS lagi pun meluncur ke nomor Dinar, tetap saja statusnya masih pending. Nyaris putus asa, namun dari kejauhan tampak seorang gadis belia memakai cardigan pink memasuki kafe. Dia terlihat celingak-celinguk dan tengah berusaha mengaktifkan handphonenya. Raut mukanya tampak kesal saat matanya tertuju pada handphone Nokia keluaran anyar itu. "Dinar, ya?" tanya Riko, sambil memberanikan diri mendekati gadis manis ini. "Kamu Riko ya?" balas Dinar. Keduanya pun pun terlihat mulai akrab dan mengambil tempat duduk yang sudah disiapkan sebelumnya. "Sorry ya, tadi ada temen nelepon lama banget, sampe HP gue lowbat," kata Dinar membuka pembicaraan. Pembicaraan pun terus berlanjut. Tawa lepas dan senyum manisnya kerap menghias pembicaraan santai mereka berdua. Dinar yang kini beranjak 17 tahun, belakangan ini mesti kalang kabut. Tinggal beberapa bulan lagi dia harus mengikuti ujian kelulusan. "Gue mau masuk Komunikasi nanti," angan Dinar setelah lulus SMU nanti. Setelah berhaha hihi, akhirnya Dinar bercerita soal friendster. Dinar kenal situs pertemanan ini sejak 2 tahun lalu. Tadinya dia malas untuk membuka situs-situs internet, namun setelah diajak seorang teman Dinar pun tertarik. Dari sinilah dia mulai suka surfing dan chating. Ketertarikannya pada friendster pun didapat dari teman sesama chating. Lalu bagaimana Dinar bisa terjun ke dunia hitam ini? Dinar memang sudah lama iseng-iseng nyambi sebagai pecun. Pecun adalah bahasa gaul penjaja seks komersil. "Lama-lama cari duit begini gampang banget. Ya jadi nyandu deh, lagian juga kebutuhan gue banyak banget seh," kata Dinar. Lantaran mulai suka surfing dan chating, Dinar pun sekalian menjajakan kehangatan tubuhnya lewat friendster. Caranya pun nyaris sama, dia mencoba mendekati calon pelanggannya lewat chating di MIRC. Dari sini juga biasa Dinar memperkenalkan teman-temannya sesama pecun kepada pelanggannya. Dia pun biasa membuat "acara" dengan layaknya seorang GM atau bahasa lazimnya disebut germo. Tapi jangan harap juga calon pelanggan Dinar akan menemukan nomor teleponnya di friendster. Dinar sama seperti ABG lainnya, yang menampilkan secara wajar profil dan fotonya. Tapi ada satu foto Dinar yang lumayan menantang. Degup pria yang melihatnya akan berdetak keras. "Itu foto gue yang paling seksi," puji Dinar. Dinar pun mempertunjukkan sebagian foto-foto bugil dirinya dari kamera HP. Foto bugilnya tentu dijepretnya sendiri. Tadinya dia ingin menampilkan foto bugilnya di friendster tapi akhirnya urung dia lakukan. Alasannya, malu! Ternyata masih punya malu juga. Bicara soal harga sekali kencan, Dinar merasa perlu meninggikan harga. Selain modal wajahnya yang cantik, Dinar pun terhitung masih belia. Sekali kencan, Dinar mematok Rp 1 juta. Tidak ada tawar menawar. Dia juga tak pernah memilih-milih pasangan mainnya, apakah tua, muda, jelek ataupun ganteng. Tapi soal tempat kencan intim Dinar akan lebih selektif. "Paling nggak hotel bintang dualah," itulah kata yang keluar dari bibir kenesnya. Cerita Dinar soal pelanggannya pun beragam. Pernah pada suatu kesempatan saat dia bercinta atau istilah kerennya ML, tiba-tiba saja istri teman kencannya itu menelepon. Dengan nafas tidak teratur, lawan mainnya Dinar berbicara kepada istrinya. Namun istrinya itu heran kenapa suaminya saat bicara begitu terengah-engah. "Iya mah, lift di kantor mati. Jadi aku mesti naik lewat tangga, jadi ngos-ngosan begini deh," pria itu mencoba ngeles. Kasihan sekali perempuan ini, kerap ditipu oleh suaminya. Karena pria hidung belang ini sering sekali check in dengan Dinar, terutama pada saat jam kerja. Ketika itu juga Dinar sudah pulang sekolah. Riko pun tertawa terbahak mendengar cerita itu. Waktu pun tak terasa sudah beranjak malam. Mereka lalu berpisah di pintu gerbang kafe itu. Tapi sebelumnya, Dinar meminjam HP Riko dan menelepon seseorang. Tak berapa lama sebuah sedan BMW hitam berhenti di depannya. "Udah dulu ya, gue mau "kerja" dulu. Udah dijemput nih, kapan-kapan kita dugem bareng yuk," Dinar pun masuk ke kabin belakang mobil mewah milik teman kencannya itu dan hilang di temaram malamnya kawasan Kemang. (mar/nrl)
source : detik.com
Selasa, 04 Januari 2011
ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan anak
Dalam peristiwa pertumbuhan dan perkembangan anak memiliki berbagai ciri khas yang membedakan komponen satu dengan yang lain.
Pertumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Dalam pertumbuhan akan terjadi perubahan ukuran dalani hal bertambahnya ukuran fisik, seperti berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan, lingkar dada, dan lain- lain.
2. Dalam pertumbuhan dapat terjadi perubahan proporsi yang dapat terlihat pada proporsi fisik atau organ manusia yang muncul mulai dari masa konsepsi hingga dewasa.
3. Pada pertumbuhan dan perkembangan terjadi hilangnya ciri-ciri lama yang ada selama masa pertumbuhan, seperti hilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu, atau hilangnya refleks-refleks tertentu.
4. Dalam pertumbuhan terdapat ciri baru yang secara perlahan mengikuti proses kematangan, seperti adanya rambut pada daerah aksila, pubis, atau dada.
Perkembangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Perkembangan selalu melibatkan proses pertumbuhan yang diikuti dari perubahan fungsi, seperti perkembangan sistem reproduksi akan diikuti perubahan pada fungsi alat kelamin.
2. Perkembangan memiliki pola yang konstan dengan hukum tetap, yaitu perkembangan dapat terjadi dari daerah kepala menuju ke arah kaudal atau dari bagian proksimal ke bagian distal.
3. Perkembangan memiliki tahapan yang berurutan mulai dari kemampuan melakukan hal yang sederhana menuju kemampuan melakukan hal yang sempurna.
4. Perkembangan setiap individu memiliki kecepatan pencapaian perkembangan yang berbeda.
5. Perkembangan dapat menentukan pertumbuhan tahap selanjutnya, di mana tahapan perkembangan harus melewati tahap demi tahap (Narendra, 2002).
bulimia nervosa : definisi, gejala dan terapi
Definisi
Bulimia nervosa adalah gangguan nutrisi dan psikologis yang ditandai dengan makan berlebihan dalam waktu yang cepat (bingeing), yang diikuti dengan sejumlah perilaku yang digunakan untuk mencegah penambahan berat badan. Makan terjadi selama periode tertentu. Muntah yang diinduksi sendiri merupakan metode yang paling sering digunakan untuk menghindari penambahan berat badan. Metode purgasi lain meiliputi penggunaan laksatif, enema, dan diuretik. Puasa dan olahraga juga dapat digunakan sebagai suatu usaha mengompensasi asupan untuk mencegah penambahan berat badan. Sebagian besar individu membangun pola perilaku makan berlebih/purgasi kronis. Makan berlebih dapat dipicu oleh disforia, stres, atau perasaan negatif berkaitan dengan citra tubuhnya. Karena merasa malu, makan berlebih sering dilakukan secara sembunyi. Individu secara khas merasa lepas kendali selama episode makan berlebih. Pada beberapa orang, memuntahkan kembali menjadi tujuan dan muntah itu sendiri. Masalah-masalah pengendalian impuls, seperti penyalahgunaan alkohol dan mencuri di toko sering bersamaan dengan bulimia. Seperti pada individu yang mengalami anoreksi nervosa, ada suatu fokus yang berlebihan pada tubuh seseorang. Harga diri berkaitan dengan penampilan fisik. Tidak seperti individu yang mengalami anoreksia, individu penderita bulimia mungkin mempunyai berat badan yang normal sesuai dengan rentang usia dan tinggi badan. Kriteria diagnostik ini dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, edisi keempat, revisi teks (DSM-IV-TR)
Bulimia nervosa adalah gangguan nutrisi dan psikologis yang ditandai dengan makan berlebihan dalam waktu yang cepat (bingeing), yang diikuti dengan sejumlah perilaku yang digunakan untuk mencegah penambahan berat badan. Makan terjadi selama periode tertentu. Muntah yang diinduksi sendiri merupakan metode yang paling sering digunakan untuk menghindari penambahan berat badan. Metode purgasi lain meiliputi penggunaan laksatif, enema, dan diuretik. Puasa dan olahraga juga dapat digunakan sebagai suatu usaha mengompensasi asupan untuk mencegah penambahan berat badan. Sebagian besar individu membangun pola perilaku makan berlebih/purgasi kronis. Makan berlebih dapat dipicu oleh disforia, stres, atau perasaan negatif berkaitan dengan citra tubuhnya. Karena merasa malu, makan berlebih sering dilakukan secara sembunyi. Individu secara khas merasa lepas kendali selama episode makan berlebih. Pada beberapa orang, memuntahkan kembali menjadi tujuan dan muntah itu sendiri. Masalah-masalah pengendalian impuls, seperti penyalahgunaan alkohol dan mencuri di toko sering bersamaan dengan bulimia. Seperti pada individu yang mengalami anoreksi nervosa, ada suatu fokus yang berlebihan pada tubuh seseorang. Harga diri berkaitan dengan penampilan fisik. Tidak seperti individu yang mengalami anoreksia, individu penderita bulimia mungkin mempunyai berat badan yang normal sesuai dengan rentang usia dan tinggi badan. Kriteria diagnostik ini dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, edisi keempat, revisi teks (DSM-IV-TR)
Kriteria Diagnostik Bulimia Nervosa
1. Episode makan berlebihan yang berulang-ulang. Episode makan berlebihan ditandai dengan kedua hal berikut,
a. Makan dalam periode yang berbeda-beda (mis, dalam periode setiap 2 jam), dengan jumlah makanan yang jelas lebih banyak dari yang dimakan kebanyakan orang pada waktu dan situasi yang sama.
b. Rasa lepas kontrol pada makan selama episode (mis. perasaan bahwa seseorang tidak dapat berhenti makan atau mengendalikan apa dan berapa banyak makanan yang dimakan oleh orang tersebut)
2. Terjadi perilaku kompensasi yang tidak tepat untuk mencegah penambahan berat badan, seperti muntah yang diinduksi sendiri; penyalahgunaan laksatif, diuretik, enema, atau obat-obat lain; berpuasa; atau latihan berlebihan.
3. Makan berlebihan dan berperilaku kompensasi yang tidak tepat itu terjadi bersamaan sedikitnya dua kali dalam seminggu selama 3 bulan.
4. Evaluasi diri terlalu dipengaruhi oleh bentuk dan berat badan 5. Gangguan ini tidak hanya terjadi selama episode anoreksia nervosa.
1. Episode makan berlebihan yang berulang-ulang. Episode makan berlebihan ditandai dengan kedua hal berikut,
a. Makan dalam periode yang berbeda-beda (mis, dalam periode setiap 2 jam), dengan jumlah makanan yang jelas lebih banyak dari yang dimakan kebanyakan orang pada waktu dan situasi yang sama.
b. Rasa lepas kontrol pada makan selama episode (mis. perasaan bahwa seseorang tidak dapat berhenti makan atau mengendalikan apa dan berapa banyak makanan yang dimakan oleh orang tersebut)
2. Terjadi perilaku kompensasi yang tidak tepat untuk mencegah penambahan berat badan, seperti muntah yang diinduksi sendiri; penyalahgunaan laksatif, diuretik, enema, atau obat-obat lain; berpuasa; atau latihan berlebihan.
3. Makan berlebihan dan berperilaku kompensasi yang tidak tepat itu terjadi bersamaan sedikitnya dua kali dalam seminggu selama 3 bulan.
4. Evaluasi diri terlalu dipengaruhi oleh bentuk dan berat badan 5. Gangguan ini tidak hanya terjadi selama episode anoreksia nervosa.
Jenis Purgasi
Selama episode bulimia nervosa terakhir, orang tersebut secara teratur melakukan muntah yang diinduksi sendiri, atau memakai laksatif. diuretik atau enema tidak pada tempatnya.
Selama episode bulimia nervosa terakhir, orang tersebut secara teratur melakukan muntah yang diinduksi sendiri, atau memakai laksatif. diuretik atau enema tidak pada tempatnya.
Jenis Non-purgasi:
Selama episode bulimia nervosa terakhir, orang itu telah melakukan perilaku kompensasi lain yang tidak tepat, seperti berpuasa atau melakukan latihan berlebihan, tetapi tidak melakukan tindakan menginduksi muntah atau memakai laksatif, diuretik, atau enema tidak pada tempatnya.
Selama episode bulimia nervosa terakhir, orang itu telah melakukan perilaku kompensasi lain yang tidak tepat, seperti berpuasa atau melakukan latihan berlebihan, tetapi tidak melakukan tindakan menginduksi muntah atau memakai laksatif, diuretik, atau enema tidak pada tempatnya.
Insidens
1. Bulimia nervosa menyerang sekitar 3% remaja putri dan kurang dari 1% remaja putra.
2. Sebagian besar individu yang mengalami bulimia menampakkan gejala pada masa remaja pertengahan akhir.
3. Rasio perempuan/laki-laki adalah 10:1:
4. Insindens lebih besar pada kelompok yang tingkat sosial ekonominya lebih tinggi.
5. 50% individu penderita bulimia mempunyai famili yang alkoholik.
1. Bulimia nervosa menyerang sekitar 3% remaja putri dan kurang dari 1% remaja putra.
2. Sebagian besar individu yang mengalami bulimia menampakkan gejala pada masa remaja pertengahan akhir.
3. Rasio perempuan/laki-laki adalah 10:1:
4. Insindens lebih besar pada kelompok yang tingkat sosial ekonominya lebih tinggi.
5. 50% individu penderita bulimia mempunyai famili yang alkoholik.
Manifestasi Klinis
I. Makan berlebihan dilakukan dengan sembunyi-sembunyi sebagai alat untuk mengatasi ansietas dan stres.
2. Menyembunyikan atau mencuri makanan.
3. Meminta izin ke kamar mandi selama atau sesudah makan.
4. Diet dan latihan yang kompulsif.
5. Terobsesi dengan tampilan fisik dan berat badan.
6. Gangguan citra tubuh dan konsep diri.
7. Depresi dan distimia.
8. Kecanduan makanan.
I. Makan berlebihan dilakukan dengan sembunyi-sembunyi sebagai alat untuk mengatasi ansietas dan stres.
2. Menyembunyikan atau mencuri makanan.
3. Meminta izin ke kamar mandi selama atau sesudah makan.
4. Diet dan latihan yang kompulsif.
5. Terobsesi dengan tampilan fisik dan berat badan.
6. Gangguan citra tubuh dan konsep diri.
7. Depresi dan distimia.
8. Kecanduan makanan.
Komplikasi
1. Pembengkakan kelenjar parotis dan kelenjar submaksilaris (sialadenosis).
2. Muka tembem.
3. Tanda Russel—pembentukan jaringan parut dan kalus pada buku-buku jari.
4. Erosi email gigi.
5. Nyeri tekan atau nyeri abdomen.
6. Esofagitis, gastritis.
7. Gangguan fungsi untuk bersekolah dan sosial karena terobsesi dengan makanan.
1. Pembengkakan kelenjar parotis dan kelenjar submaksilaris (sialadenosis).
2. Muka tembem.
3. Tanda Russel—pembentukan jaringan parut dan kalus pada buku-buku jari.
4. Erosi email gigi.
5. Nyeri tekan atau nyeri abdomen.
6. Esofagitis, gastritis.
7. Gangguan fungsi untuk bersekolah dan sosial karena terobsesi dengan makanan.
Uji Laboratorium Dan Diagnostik
1. Pemeriksaan fisik yang menyeluruh.
2. Kadar clektrolit serum—hipokalemia, hiponatremia, alkalosis metabolik hipokloremik.
3. Kadar amilase serum—mungkin meningkat.
4. Evaluasi faktor-faktor psikologis.
1. Pemeriksaan fisik yang menyeluruh.
2. Kadar clektrolit serum—hipokalemia, hiponatremia, alkalosis metabolik hipokloremik.
3. Kadar amilase serum—mungkin meningkat.
4. Evaluasi faktor-faktor psikologis.
Penatalaksanaan Medis
Penanganan diberikan seperti untuk pasien rawat jalan kecuali bila timbul masalah medis yang berat. Diperlukan penanganan antardisiplin untuk mendapatkan basil yang optimal. Pengobatan rawat jalan mencakup pemantauan medis, rencana diet untuk memulihkan status nutrisi, dan psikoterapi keluarga. Penanganan meliputi membantu individu mempelajari pemantauan sendiri dan untuk mengidentifikasi distorsi pola pikir tentang berat badan, makanan, citra tubuh, dan hubungan. Tujuan penanganan adalah mengembalikan pada makan yang normal. Penanganan psikofarmakologis (misal, antidepresan) juga dapat digunakan. Prognosis lebih baik bila kondisi ditangani sejak din i, sebelum purgasi diperkuat dengan penurunan berat badan.
Penanganan diberikan seperti untuk pasien rawat jalan kecuali bila timbul masalah medis yang berat. Diperlukan penanganan antardisiplin untuk mendapatkan basil yang optimal. Pengobatan rawat jalan mencakup pemantauan medis, rencana diet untuk memulihkan status nutrisi, dan psikoterapi keluarga. Penanganan meliputi membantu individu mempelajari pemantauan sendiri dan untuk mengidentifikasi distorsi pola pikir tentang berat badan, makanan, citra tubuh, dan hubungan. Tujuan penanganan adalah mengembalikan pada makan yang normal. Penanganan psikofarmakologis (misal, antidepresan) juga dapat digunakan. Prognosis lebih baik bila kondisi ditangani sejak din i, sebelum purgasi diperkuat dengan penurunan berat badan.
Pengkajian Keperawatan
1. Lakukan penelusuran riwayat keperawatan dan pengkajian saksama termasuk riwayat episode bulimia, dinamika keluarga, dan fungsi psikososial.
2. Kaji status psikologis dengan riwayat psikologis. Beck Depression Inventory (versi remaja) dapat digunakan untuk mengkaji tingkat depresi. Untuk wawancara terstruktur, tersedia Eating Disorder Examination. Pengukuran yang dilaporkan sendiri meliputi Eating Disorder Inventory untuk usia 14 tahun dan yang lebih tua. Eating Attitudes Test dan Kids Eating Disorder Survey secara berturut-turut dapat diterapkan untuk anak usia sekolah dan usia pertengahan-sekolah.
diambil dari : http://fkunhas.com/bulimia-nervosa-definisi-gejala-dan-terapi-20100816620.html
1. Lakukan penelusuran riwayat keperawatan dan pengkajian saksama termasuk riwayat episode bulimia, dinamika keluarga, dan fungsi psikososial.
2. Kaji status psikologis dengan riwayat psikologis. Beck Depression Inventory (versi remaja) dapat digunakan untuk mengkaji tingkat depresi. Untuk wawancara terstruktur, tersedia Eating Disorder Examination. Pengukuran yang dilaporkan sendiri meliputi Eating Disorder Inventory untuk usia 14 tahun dan yang lebih tua. Eating Attitudes Test dan Kids Eating Disorder Survey secara berturut-turut dapat diterapkan untuk anak usia sekolah dan usia pertengahan-sekolah.
diambil dari : http://fkunhas.com/bulimia-nervosa-definisi-gejala-dan-terapi-20100816620.html
perkembangan kognitif masa dewasa akhir
Isu mengenai penurunan intelektual selama tahun-tahun dewasa merupakan suatu hal yang provokatif. David Weschler (1972), yang mengembangkan skala intelegensi Weschler, menyimpulkan bahwa masa dewasa dicirikan dengan penurunan intelektual karena adanya proses penuaan yang dialami setiap orang.
Namun ternyata isu ini lebih kompleks. Misalnya John Horn berfikir bahwa beberapa kemampuan menurun sementara kemampuan lainnya tidak. Horn menyatakan bahwa kecerdasan yang mengkristal (crystallized intelegence) yaitu sekumpulan informasi dan kemampuan-kemampuan verbal yang dimiliki individu meningkat seiring dengan usia, sedangkan kecerdasan mengalir (fluid intelegence) yaitu kemampuan seseorang untuk berfikir abstrak, menurun secara pasti sejak masa dewasa tengah.
Beberapa tokoh mempertanyakan tentang pernyataan yang diungkapkan oleh beberapa ahli di atas. Menurut Paul Baltes dan K warner Schaei pernyataan ini mempunyai cacat karena mereka mengumpulkan data secara lintas seksional. Dalam penelitian lintas seksional, individu-individu dari berbagai usia yang berbeda diuji pada saat yang sama.
Hal ini tentunya akan membuahkan hasil yang berbeda karena perbedaan masa tentunya juga memiliki perbedaan sosio-ekonomi dan kesempatan memperoleh pendidikan. Kemungkinan orang yang berumur 70 tahun tidak memiliki banyak kesempatan untuk mendapatkan pendidikan sehingga mempengaruhi hasil intelegnsinya.
Kecepatan Memproses, Mengingat, Dan Memecahkan Masalah
Sekarang telah diterima secara luas bahwa kecepatan memproses informasi mengalami penurunan pada masa dewasa akhir. Ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang dewasa lanjut kurang mampu mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpan dalam ingatannya dan secara efektif menggunakan imajinasi mentalnya di dalam ingatan.
Sekarang telah diterima secara luas bahwa kecepatan memproses informasi mengalami penurunan pada masa dewasa akhir. Ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang dewasa lanjut kurang mampu mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpan dalam ingatannya dan secara efektif menggunakan imajinasi mentalnya di dalam ingatan.
Meskipun kecepatan memproses informasi kita secara pelan-pelan menurun pada masa dewasa akhir, namun terdapat variasi individual di dalam kecakapan ini. Dan ketika penurunan itu terjadi, hal ini tidak secara jelas menunjukkan pengaruhnya terhadap kehidupan kita di dalam beberapa segi yang substansial.
Penggantian pengalaman mungkin bisa menjelaskan bagaimana orang-orang yang lebih tua mempertahankan keterampilan-keterampilan mereka pada beberapa wilayah-wilayah kognitif, diantaranya ingatan dan pemecahan masalah. Jika kita mengamati ingatan dan pemecahan masalah di dalam dunia nyata, kita mungkin menemukan sedikit penurunan pada masa dewasa akhir.
Pendidikan, Pekerjaan, dan KesehatanPendidikan, pekerjaan, dan kesehatan adalah tiga komponen yang paling berpengaruh dalam fungsi kognitif dari orang-orang dewasa lanjut. Pada saat ini mereka telah memperoleh pendidikan yang lebih baik. Pendidikan memiliki korelasi positif dengan skor-skor pada tes-tes intelegensi. Orang-orang dewasa lanjut mungkin melanjutkan pendidikan untuk sejumlah alasan.
Pengalaman kerja menekankan pada orientasi kognitif. Peningkatan penekanan pada proses informasi di dalam pekerjaannya mungkin mempertinggi kecakapan intelektual individu. Sedangkan, kesehatan yang buruk berkaitan dengan tes-tes intelegensi pada masa dewasa akhir. Olahraga terkait dengan perbaikan fungsi kognitif diantara orang-rang dewasa usia lanjut.
Fase Penurunan
Hipotesis fase penurunan (terminal drop hypotesis), yang menyatakan bahwa kematian didahului oleh suatu pengurangan fungsi kognitif kira-kira pada suatu periode 5 tahun pertama sebelum kematian. Jadi jarak dari kematian pada suatu populasi yang kemudian meninggal seharusnya berkorelasi dengan kemampuan pada tes-tes fungsi kognitif yang diberikan pada mereka sepanjang periode kritis 5 tahun.
Pada penelitian-penelitian yang membandingkan orang-orang dewasa lanjut dan dewasa muda yang mungkin berada pada periode 5 tahun dari kematiannya. Penyakit-penyakit kronis yang dialami orang-orang dewasa lanjut ini mungkin dapat menurunkan motivasi, kewaspadaan serta energi untuk menunjukkan kompetensi mereka ketika menjalankan tes fungsi kognitif.
Kebijaksanaan
Kebijaksanaan merupakan pengetahuan seseorang ahli mengenai aspek-aspek praktis dari kehidupan yang memungkinkan munculnya keputusan yang bermutu mengenai hal-hal yang penting dalam kehidupan. Satu aspek dari kebijaksanaan yang terlihat meningkat saat orang beranjak tua adalah ia menjadi lebih fleksibel di dalam mengubah dan mengakomodasi tujuan-tujuan hidup terhadap keadaan kehidupan yang baru dan kondisi-kondisi pribadi yang baru (Brandstadter & Renner, 1990). Orang-orang dewasa lanjut seperti halnya mereka yang lebih muda lebih cenderung mencari kepuasan dari pada mencari kesenangan yang sukar diperoleh (Dittman-Kohli,1992)
Penalaran Mekanik Dan Penalaran Pragmatis
Penalaran mekanik merupakan perangkat keras dari pikiran dan merefleksikan rancangan neurofisiologis dari otak yang berkembang secara evolutif. Pada tingkat operasional, penalaran kognitif melibatkan kecepatan dan ketepatan memproses, termasuk masukan sensoris, ingatan visual dan motorik, pembedaan, perbandingan, dan pengkategorisasian. Karena pengaruh yang kuat dari faktor biologis, hereditas, dan kesehatan pada penalaran mekanik, maka penurunan penalaran mekanik menjadi mungkin seiring dengan proses penuaan.
Sebaliknya penalaran pragmatis (cognitive pragmatis) merujuk pada dasar kultural ”perangkat lunak” dari pikiran. Pada tingkat operasional, penalran pragmatis termasuk keterampilan membaca, menulis, berbahasa, kualifikasi pendidikan, keterampilan-ketrampilan profesional, dan juga tipe-tipe pengetahuan mengenai diri dan keterampilan-ketrampilan hidup yang membantu kita untuk menguasai dan mengatasi kehidupan.
Karena pengaruh yang kuat dari kebudayaan, terhadap penalaran pragmatis maka peningkatan penalaran pragmatis pada usia lanjut menjadi mungkin. Penalaran ini akan tetap meningkat pada usia lanjut meskipun dengan adanya penurunan pada penalaran mekanik.
diambil dari : http://www.psikologizone.com/perkembangan-kognitif-masa-dewasa-akhir
Langganan:
Postingan (Atom)
