Sabtu, 20 November 2010

anonimitas dalam blog

Berbagai macam teknologi yang ada pada saat ini telah menginvasi seluk beluk kehidupan manusia. Segala kebutuhan manusia sedikit demi sedikit telah dibantu oleh media. Mulai dari cara mendapatkan informasi hingga perihal menggantikan beberapa pekerjaan manusia. Berbagai bentuk media setia menemani manusia dalam menjalani rutinitas hariannya.
Internet, khususnya World Wide Web, adalah tempat dimana seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain. Sekitar pertengahan 1990an susunan dan publikasi dari website pribadi meningkat hingga mencapai skala yang lebih besar. Website pribadi terdiri dari dua tipe, yaitu website yang berisi deskripsi diri dengan menggunakan kata-kata pendek pemilik website atau website yang melibatkan interaksi dengan orang lain. Website deskripsi diri di dalamnya terdapat profil secara detil seperti, pekerjaan, hobi dan keahlian khusus yang dimiliki. Isi dari website ini disiapkan dan diupdate oleh pemilik website. Sedangkan website yang melibatkan interaksi dengan orang lain, didalamnya terdapat sistem papan buletin, chat room dan sebagainya dimana si pemilik website ikut berpartisipasi dengan baik. Dengan kata lain, tipe ini akan ada hanya ketika terdapat partisipan yang lain dan pemilik website.  Komunikasi yang terjadi melalui berbagai bentuk, seperti dialog antara dua orang atau skala yang lebih besar dimana para partisipan dapat dilihat sebagai suatu komunitas.
Walaupun website pribadi dapat dipelajari dari salah satu tipe diatas, perkembangan teknologi internet semakin berkembang dan online diaries muncul sekitar tahun 1995 sebagai fusi dari dua tipe tersebut. Online diaries adalah diary pribadi atau jurnal tentang peristiwa diri secara kronologis yang diterbitkan dalam website pribadi. Sistem online diaries ini membutuhkan suatu pengungkapan diri maupun interaksi dengan orang lain. Oleh karena itu, muncullah tipe baru dari website yang disebut weblogs. Weblogs atau yang lebih dikenal dengan nama blog menjadi sangat populer pada saat ini.  Blog diartikan sebagai bentuk dari computer mediated communication (CMC), dan pelayanan blog dengan berbagai macam tujuan yang ingin dicapai yang didalamnya terdapat fasilitas deskripsi diri dan interaksi dengan orang lain.
Blog pribadi merupakan representasi diri dalam bentuk tulisan dan dapat dikatakan sebagai  salah satu bentuk online diaries. Karena berbagai macam tulisan akan di lemparkan ke publik dan memungkinkan berjuta-juta orang mengaksesnya, blogging tetap menunjukkan bahwa satu pihak utama seharusnya dapat melakukan publisitas yang dibutuhkan yang didalamnya terdapat penanggungan resiko dan konsekuensinya untuk kehidupan nyata. Untuk alasan ini banyak pengguna blog memalsukan identitas dirinya dalam  kehidupan nyata dan sering berada di balik kata anonim untuk melindungi privasinya.
Anonimitas sangat berkaitan dengan pembukaan diri, khususnya bagi blog yang tertuju ke audiens yang sudah ditentukan. Target audiens memainkan peran yang sangat penting dalam menentukan tidak hanya bagaimana perasaan seorang blogger yang anonim, tetapi juga berapa banyak informasi mengenai identifikasi personal yang bisa blogger tersebut ungkapkan. Anonimitas dalam blog memunculkan nuansa perspektif baru. Seorang blogger mungkin di satu pihak tidak mengungkapkan nama atau gambar, sedangkan di pihak lainnya berusaha berhubungan dengan orang lain.
Individu mempunyai sedikit kapasitas untuk menyampaikan informasinya melalui media, namun ia dapat menyampaikan informasi tersebut dengan bebas melalui blog. Blog yang didalamnya terdapat alat sistem jejaring sosial, menempatkan publik sebagai tujuannya sehingga dapat menjadi pusat dari generasi web selanjutnya.  Semakin lama seseorang memelihara blognya, maka semakin banyak informasi yang dapat disampaikan melalui blog. Berbicara melalui blog seperti kita sedang bercerita dalam lembar demi lembar diary.  Ketika kita menentukan apakah kita akan memulai suatu cerita yang baru atau melanjutkan cerita terdahulu, kita akan mempertimbangkan keuntungan aksi tersebut pada masa depan. Jika aksi tersebut dapat memberikan sejumlah keuntungan, kita mungkin akan terus melanjutkan. Namun, jika aksi tersebut tidak menguntungkan maka kita akan berhenti melakukannya.
Blog dapat menyediakan informasi mengenai penulis atau keistimewaan lain yang dapat mendukung komunikasi mutual dengan orang lain. Komunikasi melalui blog menyarankan kepada pengarang untuk mengungkapkan jati dirinya melalui tulisan dan lebih jauh melimpahkan keinginannya untuk terus menulis. Tulisan di dalam blog merupakan salah satu bentuk pembukaan diri dan menghasilkan keuntungan baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Artikel-artikel yang ditulis oleh seseorang biasanya berasal dari pengalaman pribadi si penulisnya. Melalui artikel atau karangan mengenai pengalaman pribadi tersebut seseorang dapat memahami dirinya sendiri lebih dalam dan mengindikasi jika ada konflik dalam dirinya sendiri. Oleh karena itu, penulisan artikel merupakan salah satu bentuk pembukaan diri atau salah satu cara mengekspresikan dan memuaskan diri sendiri. Keuntungan lain adalah menjalin hubungan dengan orang lain. Blog berfungsi sebagai alat komunikasi. Ketika seseorang menyampaikan informasi, ia menciptakan kesempatan bagi orang lain untuk berpartisipasi dengan cara mereka sendiri, seperti meninggalkan komentar dan lain-lain. Jika pembaca mempergunakan kesempatan ini, seorang blogger mungkin akan menciptakan atau memelihara hubungan yang lebih dekat dengan mereka. Hal tersebut juga membantu blogger mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai bagian dari masyarakat sosial. 
Individu yang sadar bahwa ekspresi diri mereka di dalam blog dilakukan untuk mengetahui siapa mereka sebenarnya. Kita mengasumsikan bahwa keterbukaan diri secara personal terkait kepada keuntungan diri sendiri. Keterbukaan diri cenderung merujuk kepada menyembunyikan aspek-aspek pribadi dari diri kita yang tidak ingin diamati oleh pihak luar. Individu yang tingkat keterbukaannya rendah cenderung menganggap bahwa nilai personal itu lebih tinggi dari identitas sosial dan bertindak sesuai dengan perasaan, sikap dan persepsi yang dianggapnya benar. Melalui tulisan-tulisan blog, blogger cenderung memulai blogging dengan motif mengonfirmasikan nilai yang dianut mereka kepada orang lain dan mereka mungkin berharap bahwa blogging akan meningkatkan hubungan dengan orang lain agar terjadi kesalingpengertian yang lebih mendalam antara blogger dan readernya.



Sumber:
Qian, H., & Scott, C. R. (2007). Anonymity and self-disclosure on weblogs. Journal of Computer-Mediated Communication, 12(4), article 14. http://jcmc.indiana.edu/vol12/issue4/qian.html
Miura, A., & Yamashita, K. (2007). Psychological and social influences on blog writing: An online survey of blog authors in Japan. Journal of Computer-Mediated Communication, 12(4), article 15.
 http://jcmc.indiana.edu/vol12/issue4/miura.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar